Kondisi Gili Lawa Saat Terjadi Kebakaran Savana
in

Kebakaran Gili Lawa Darat, Ajarkan Kita bahwa Mencegah Lebih Baik dari Mengobati

Kebakaran Padang Savana Gili Lawa, NTT

Kondisi Gili Lawa Saat Terjadi Kebakaran Savana
Kondisi Gili Lawa Darat saat Terjadi Insiden Kebakaran

Akhir minggu di awal bulan Agustus ini kita dihebohkan dengan insiden kebakaran yang terjadi di Padang Savana, Gili Lawa Darat, Kawasan Taman Nasional Komodo, NTT pada 2/8/2018. Penyebab kebakaran masih terus menjadi penyelidikan pihak berwajib. Beberapa pihak menyebutkan kebakaran terjadi akibat ulah pengunjung yang sengaja menyalakan kembang api, bekas puntung rokok, serta melakukan pesta Barbeque di tepi pantai. Belum ditemukan alasan jelas terkait penyebab kebakaran yang merusak lahan savana seluas 10 hektar ini. Meskipun kebakaran tidak mengganggu habitat satwa Komodo, insiden ini tetap memicu geram masyarakat, pasalnya Gili Lawa merupakan salah satu maskot surga Indonesia yang diakui keindahannya di mata dunia.

Keindahan Gili Lawa Darat
Keindahan Gili Lawa Darat

Saat mengunjungi suatu tempat wisata yang tak dapat disangkal keindahannya, moment berfoto atau pesta kecil-kecilan tentunya menjadi ritual yang tak terelakkan, namun ada yang harus tetap kita ingat, eksistensi dan keindahan warisan surga dunia bergantung pada perilaku kita. Beberapa upaya preventif harus kita pahami sebagai bentuk etika terhadap alam yang telah memberikan naungan dan rumah bagi kita. Berikut adalah beberapa hal yang harus kita pahami saat mengunjungi cagar wisata alam.

Pahami Kode Etik Pecinta Alam demi Keberlangsungan Bersama

Kode Etik Pecinta Alam
Kode Etik Pecinta Alam

Dikalangan petualang, di kenal kode etik yang ditujukan untuk semua pelaku kegiatan alam. Kode etik tersebut yaitu

Take Nothing but Picture

Leave Nothing but Foot Print

Kill Nothing but Time

Dengan menerapkan kode etik di atas, keindahan alam yang sewajarnya menjadi konsumsi hanya bagi indera mata tetap terjaga dan dapat terus dinikmati oleh generasi selanjutnya.

Jangan Pernah Melakukan Corat-Coret di Objek Wisata

Melakukancorat-coret bagi sebagian orang mungkin merupakan aksi untuk meninggalkan jejak dan tapak sejarah atas kehadiran mereka. Namun, meninggalkan setitik jejak membekas merupakan salah satu kontribusi kita untuk mengurangi keindahan alam.

Memetik Tumbuhan Langka

Salah satu hal yang harus kita hindari adalah memetik tumbuhan langka dari kawasan cagar budaya. Meskipun tampak sepele, jika tiap pengunjung memetik satu tumbuhan per harinya, maka bayangkan jika 1000 pengunjung melakukan hal yang sama.

Sedikit tips diatas tentunya tak akan berguna jika yang kita lakukan hanyalah sebatas membaca. Memahami pentingnya keberlangsungan alam, serta menjaga dan juga merawatnya merupakan tindakan kecil yang memberikan manfaat besar untuk memberikan warisan keindahan alam bagi generasi selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *