Beragam Kuliner Khas Jogja
in ,

Mengenal Makanan Legendaris Jogja beserta Sejarah Penciptaanya, Bikin Ngga Nyangka !

Kuliner Jogja

Beragam Kuliner Khas Jogja
Beragam Kuliner Khas Jogja

Jogja, dikenal oleh turis lokal maupun mancanegara dengan kekayaan seni dan budayanya. Ngga cuma bangunan-bangunan dengan arsitektur kuno, atau artefak peninggalan nenek moyang, kuliner di Jogja dikenal memiliki sejarah dan turut menjadi salah satu warisan kekayaan budaya. Serupa dengan artefak kuno seperti Candi Prambanan, Keraton, maupun Taman Sari yang hingga kini masih bisa kita nikmati keindahannya, beberapa makanan tradisional khas Jogja pun bisa dengan mudah kita dapatkan, bahkan telah menjadi simbol yang melekat dan diidentikkan dengan kota pelajar ini. Sebut saja istilah “Kota Gudeg” sebagai salah satu sebutan Jogja. Gudeg sendiri merupakan olahan nangka, tempe, krecek yang bercita-rasa gurih manis dan menjadi icon oleh-oleh khas Jogja. Tapi bagaimana perjalanan Gudeg dan kawan-kawannya sampai menjadi makanan khas Jogja?

Gudeg: Olahan Nangka yang Naik Kasta

Gudeg Jogja
Gudeg Jogja https://www.instagram.com/p/BTcvkBqg95R/?taken-by=gudegyudjum

Diungkapkan oleh Murdijati Gardjito, seorang profesor yang menjabat sebagai peneliti di Pusat Kajian Makanan Tradisional (PKMT), Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM, sekaligus penulis buku berjudul Gudeg Yogyakarta, sejarah kemunculan gudeg di Yogya dimulai bersamaan dengan dibangunnya kerajaan Mataram Islam di alas Mentaok, di daerah Kotagede sekitar abad 15. Demi perluasan pembangunan kerajaan tersebut, banyak ditebang beragam pohon seperti pohon nangka, kelapa, dan melinjo. Para Prajurit kemudian memanfaatkannya sebagai bahan baku makanan mereka. Karena proses pengolahannya yang harus terus di aduk, atau dalam bahasa Jawa disebut “hangudek”, maka olahan nangka disebutlah “Gudeg”.

Kuliner Legendaris Jogja
Kuliner Legendaris Jogja https://www.instagram.com/p/BTcwOeXAaxb/?taken-by=gudegyudjum

Gudeg merupakan salah satu kuliner yang bisa disebut “naik kasta”. Jika dulunya Gudeg hanya dikonsumsi oleh masyarakat biasa, namun semenjak tahun 1949, yakni saat didirikannya Universitas Gadjah Mada (UGM), Gudeg mengalami puncak titik balik popularitas. Gudeg menjadi kuliner yang diburu para mahasiswa, bahkan tak hanya dijadikan sebagai menu makanan sehari-hari, gudeg dikemas sedemikian rupa menjadi gudeg kering, gudeg basah, serta gudeg yang tahan lama untuk dijadikan sebagai oleh-oleh.

Bakpia: Si Manis yang Punya Banyak Rasa

Bakpia Khas Jogja
Bakpia Khas Jogja https://www.instagram.com/p/BmMhmddneLl/?tagged=bakpia

Tak hanya gudeg, kuliner lain yang turut menjadi bagian erat dari Jogja adalah Bakpia. Makanan ringan yang mulanya berbahan dasar kacang hijau ini memiliki cita rasa manis dan gurih. Bakpia sebenarnya bukanlah olahan yang diciptakan oleh masyarakat Jogja. Bakpia berasal dari China dengan nama asli (Tou Luk Pia). Jika dari negeri asalnya, bakpia adalah kue dengan isi daging, perkembangan bakpia di Indonesia mengalami proses adaptasi dengan menggunakan isian kacang hijau.

Pada tahun 1948, seorang keturunan Tionghoa, Goei Gee Oe mencoba membuat bakpia sebagai industri rumahan. Ia memasarkan bakpia buatannya dari rumah ke rumah dan dijual eceran. Sekian lama menjajaki pasaran kuliner Jogja, pada 1980 mulai muncul produsen-produsen Bakpia di kawasan Pathuk. Bakpia tidak lagi dijual secara eceran, bakpia telah memasuki industri dengan packaging kardus dan telah dilabeli beberapa brand. Mungkin kita kerap melihat adanya dua digit angka dibelakang brand bapia, seperti “Bakpia Pathuk 25”. Angka pada brand tersebut merujuk pada nomor rumah dari produsen bakpia yang digunakan untuk membedakan tiap rumah produksi. Seiring dengan perkembangan zaman dan ketatnya persaingan antar tiap rumah produksi bakpia, maka kini bakpia telah berevolusi dengan isian yang lebih beragam dan modern seperti coklat, keju, ubi, dan banyak lainnya.

Kipo: Kuliner Mengundang Pertanyaan

Si Legendaris Kipo
Si Legendaris Kipo

Berbeda dengan gudeg dan bakpia, kipo yang juga merupakan salah satu kuliner khas Jogja, bukan merupakan olahan industri yang dapat kita temui di setiap sudut Kota Jogja dan dijual bebas. Kipo merupakan kudapan lonjong berwarna hijau dengan citarasa legit dan manis. Komposisi Kipo sendiri adalah tepung beras ketan yang diberi pewarna hijau untuk kulit dan campuran parutan kelapa serta gula jawa sebagai isian.

Kipo berasal dari daerah Kotagede. Asal mula penamaan Kipo berasal dari pertanyaan masyarakat terhadap jenis kuliner ini dalam bahasa Jawa “Iki Apa”. Penyebutan tersebut kemudian menjadi akronim dari Kipo yang mestinya disebut “Kipa”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *